Bank Kustodian sebagai Wadah Reksadana

Bank Kustodian sebagai Wadah Reksadana

Bank Kustodian sebagai Wadah Reksadana

Pernahkah Anda mendengar tentang Reksadana? Kata ini mungkin asing bagi Anda yang belum berkecimpung dalam dunia investasi. Reksadana adalah suatu wadah bagi para investor untuk menanamkan modalnya ke dalam berbagai bentuk seperti saham, obligasi, pasar uang ataupun efek/sekuriti lainnya. Jadi, reksadana merupakan kumpulan dari banyak investor, bukan merupakan investasi individu. Reksadana dikelola oleh Manajer Investasi atau disingkat menjadi MI. Apa kelebihan reksadana dibandingkan dengan investasi saham lain?

Pertama,  Reksadana dikelola oleh manajemen investasi yang prefesional sehingga para pemodal individu tidak perlu khawatir apabila tidak sempat mensurvey harga efek serta mengakses pasar modal. Kedua, risikonya lebih rendah karena kekayaan tidak hanya digunakan untuk membeli satu atau dua saham saja, tetapi digunakan untuk membeli beberapa jenis efek sehingga jika kita mungkin kehilangan salah satu efek, masih ada efek yang lain. Ketiga, Reksadana akan memberikan informasi secara transparan kepada para pemilik modal mengenai biaya, keuntungan, dan dan risiko yang dihadapi. Keempat, biaya yang dipatok oleh reksadana sangat rendah. Investasi saham biasanya mencapai puluhan bahkan ratusan juga rupiah, akan tetapi untuk dapat memulai mengelola dana di Reksadana hanya membutuhkan dana sebesar Rp100.000 saja. Diluar beberapa manfaat  yang akan didapatkan tersebut, semua kekayaan yang dimiliki oleh Reksadana harus disimpan pada Bank Kustodian.

Bank Kustodian merupakan salah satu bank umum yang memiliki ijin dari OJK atau Otoritas Jasa Keuangan. Bank kustodian merupakan bank yang dikeluarkan oleh PT Kustodian Sentral Efek Indonesia. Industri ini memiliki sekitar 22 bank umum yang tersebar di Indonesia. Bank ini bekerja sama dengan manajer investasi dalam hal mengelola administrasi dan menyimpan kekayaan. Bank Kustodian memiliki tanggung jawab kepada manajer invesatasi maupun investor.

Bagi investor, bank ini harus memberikan informasi yang transparan mengenai perkembangan nilai investasi yang dimiliki investor setiap bulannya. Selain itu, Bank Kustodian juga mempunyai tanggung jawab untuk transaksi reksadana, misalnya penjualan dan pengalihan reksadana serta mengirim bukti transaksinya. Selain untuk mengelola investasi, di Bank Kustodian Anda juga bisa menyimpan berbagai kekayaan lain seperti, perhiasan, surat berharga, dll. Bagi manajer investasi, bank kustodia memiliki tanggung jawab untuk mencatat jual beli saham, penempatan deposito, dll. Selain itu, bank ini ikut mengawasi manajer investasi.

Apakah Anda mulai tertarik untuk investasi reksadana di Bank Kustodia? Bagaimana caranya agar bisa mengikutinya? Pertanyaan itu mungkin terbesit setelah Anda membaca ulasan di atas. Cara memulai investasi reksadana cukup mudah. Pertama, Anda harus mencari agen penjual reksadana. Dimana Anda harus mencarinya?  Tenang saja, sekarang sudah banyak perusahaan yang menawarkan investasi reksadana, seperti bank, perusahaan sekuritas, maupun situs investasi onine. Kedua, Anda harus bisa memahami prospektus investasi Anda, jangan sampai Anda gagal dalam berinvestasi karena kurang memahami tentang prospektus. Prospektus berisi tentang tata cara pembelian dan penjualan, manfaat reksadna, risiko reksadana, pengalihan reksadana, dll. Ketiga, tentukan jenis reksadana Anda dan pilihlah manajer investasnya.

Kedua hal ini sangat menentukan kesuksesan investasi Anda, jadi Anda perlu memilihnya dengan tepat melalui berbagai pertimbangan. Keempat, Anda harus mentransfer sejumlah dana untuk membeli reksadana. Banyaknya dana yang Anda kirimkan sesuai dengan kesepakatan yang telah dibuat dengan manajer investasi. Dengan mengikuti semua langkah tersebut, Anda sudah mengikuti investasi reksadana. Setelah itu, Anda hanya tinggal memantau perkembangan investasi reksadana Anda. Mudah kan? Selamat mencoba!

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Bank Kustodian sebagai Wadah Reksadana"

Posting Komentar